PENTIUM III
Pentium III adalah mikroprosesor generasi keenam buatan
Intel yang diluncurkan secara resmi pada tanggal 26 Februari 1999 sebagai
penerus prosesor Intel Pentium II. Prosesor berarsitektur 32-bit ini
menggunakan mikroarsitektur Intel x86 yang diperluas dengan instruksi RISC
seperti Pentium Pro. Adapun sebenarnya prosesor x86 adalah prosesor
berinstruksi CISC.
Pada masanya, prosesor ini sempat menempatkan diri sebagai prosesor
tercepat sebelum AMD meluncurkan Athlon. Jangkauan kecepatan prosesor ini mulai
40 MHz (empat kali 100 MHz) hingga 1,4 GHz (10,5 kali 133 MHz). Prosesor
Pentium III dengan kecepatan 1.400 MHz diluncurkan hampir bersamaan dengan
peluncuran prosesor Pentium 4 generasi pertama yang menimbulkan ketimpangan
pasar sehingga sempat kalah pamor
|
Katmai
Coppermine Tualatin |
|
|
Peluncuran
|
|
|
Proses
produksi |
|
|
Floating-point
|
|
|
Instruksi tambahan
|
|
|
Dukungan
multiprosesor |
|
|
Manajemen
daya |
|
|
Pangsa pasar
|
Komputer desktop dan mobile
|
|
Multiplier
|
|
|
Jangkauan
kecepatan |
Katmai (Slot 1): 450 MHz, 500 MHz, 533B MHz, 550 MHz, 600 MHz, 600B MHz
Coppermine (Slot 1): 500E MHz, 533EB MHz, 550E MHz, 600E, 600EB MHz, 650MHz, 700MHz, 750MHz, 800MHz, 800EB MHz, 850MHz, 900MHz, 1000MHz, 1100MHz Coppermine (Soket PGA 370): 600MHz, 677MHz, 733MHz, 866MHz, 933MHz; Tualatin (Soket PGA 370): 1.133MHz, 1.133S MHz, 1.200MHz, 1.266MHz, 1.266S MHz, 1.333MHz, 1.400S MHz |
|
Bus sisi
depan (FSB) |
Katmai: 100MHz
Katmai B: 133MHz Coppermine: 133MHz Coppermine E: 100MHz Coppermine EB: 133MHz Tualatin: 133MHz Tualatin S: 133MHz |
|
Inklusif
|
|
|
Katmai: 512 KB, pada
kartrid, kecepatan terbatas
Coppermine: 256 KB, dalam tubuh, kecepatan penuh Tualatin: 512 KB, dalam tubuh, kecepatan penuh |
|
|
Asosiatif
|
|
|
Cache L3
|
Tidak ada
|
|
4 GB
|
|
|
Rumpun
|
|
|
Register
internal |
32-bit
|
|
Data bus
eksternal |
Sistem bus ECC 64-bit
Cache L2 64-bit dengan bus ECC opsional |
|
Bus memori
|
36-bit
|
|
Dudukan
prosesor |
PGA (Pin-Grid Array)
FC-PGA (Flip-Chip Pin-Grid Array) FC-PGA 2 (revisi kedua) |
|
Sambungan ke
papan induk |
SECC 2 (Single-Edge Contact Cartridge revisi kedua) 242 pin,
dikenal dengan sebutan Slot 1
Soket PGA 370 untuk dudukan prosesor PGA, FC-PGA, dan FC-PGA 2 |
Pentium III Katmai, generasi awal.
Pentium III menggunakan slot (dikenal sebagai Slot 1)
sebagai sarana penyambung dengan papan induk, sama dengan Pentium II sebelum
akhirnya berubah menggunakan soket dengan 370 pin (dikenal sebagai soket PGA
370). Prosesor ini awalnya berjalan pada bus berkecepatan 100 MHz sebelum
ditingkatkan menjadi 133 MHz.
Prosesor ini sempat berevolusi beberapa kali sebelum
akhirnya digantikan oleh Pentium 4. Evolusinya dapat dijabarkan sebagai
berikut.
Katmai
(generasi awal). Prosesor ini masih menggunakan bus berkecepatan 100 MHz yang
dibangun menggunakan teknik pabrikasi 250 nm. Adapun kecepatan cache
prosesor setengah kali lipat dari kecepatan prosesor, misalnya apabila prosesor
berjalan pada kecepatan 500 MHz, maka kecepatancache prosesor tersebut adalah
250 MHz. Cache yang digunakan adalah SRAM berkapasitas 512 KB.
Coppermine
(generasi kedua). Prosesor ini mulai menggunakan bus berkecepatan 133 MHz
walaupun masih ada yang masih berkecepatan 100 MHz. Peningkatan yang paling
menonjol pada generasi ini adalah pada kecepatan cache yang setara dengan
kecepatan prosesor, meski ukurannya dipotong menjadi setengahnya. Prosesor ini
tersedia dalam desain Slot 1 maupun soket PGA 370.
Tualatin
(generasi ketiga). Prosesor ini dibangun memakai teknologi pabrikasi 180 nm dan
sudah menggunakan kecepatan bus 133 MHz.
Kemasan penjualan Pentium III.
Pentium
III generasi kedua, Coppermine.
Pentium
III memang hanya diluncurkan untuk komputer desktop dan mobile. Untuk mengatasi
kebutuhan komputer server maupun workstation, Intelmenyiasatinya dengan
meluncurkan Pentium III Xeon. Semua prosesor tersebut mempunyai fitur-fitur
antara lain:
Dukungan terhadap instruksi MMX
(Multimedia Extension) dan SSE (Streaming SIMD Extension). Dengan menggunakan
dua instruksi tersebut, Pentium III dapat menjalankan aplikasi multimedia dan
penyuntingan video lebih gegas daripada prosesor yang tidak dilengkapi dengan
SSE.
Seperti Pentium II, generasi
pertama dari prosesor ini menggunakan antarmuka Dual Independent Bus (DIB) yang
memisahkan antara bus prosesordengan cache serta bus prosesor dengan bus memori.
Inilah sebab mengapa kecepatan cache memorinya setengah dari kecepatan
prosesor. Generasi kedua dan ketiga dari prosesor ini telah meningkatkan
performa DIB yang digunakannya sehingga cache prosesornya menjadi setara dengan
kecepatan prosesor.
Meski kontroversial karena masalah
privasi, prosesor ini memiliki fitur nomor seri prosesor yang mampu
mengidentifikasi nomor seri dari prosesor yang digunakan. Sebenarnya, fitur ini
lebih ditujukan bagi mereka yang berada dalam lingkungan korporat dengan tujuan
untuk memudahkan mereka dalam proses audit aset perusahaan.
Karena
menggunakan kecepatan bus yang lebih tinggi, maka Pentium III tidaklah
serta-merta dapat langsung didukung oleh papan induk yang mendukungPentium II.
Papan induk dengan chipset Intel 430 untuk Pentium II tidak dapat bekerja
dengan Pentium III secara langsung, kecuali dengan melakukan proses pembaharuan
BIOS. Adapun papan induk dengan chipset Intel 440BX, 440ZX, 440LX, dan Intel
820 sudah mendukung prosesor ini sepenuhnya.
Prosesor
ini dapat bekerja berdampingan dengan memori SDRAM PC-100, SDRAM PC-133, RDRAM
PC-600, RDRAM PC-700, RDRAM PC-800,DDR-SDRAM PC-1600, DDR-SDRAM PC-2100 (hanya
segelintir chipset yang menyertakannya), dan Virtual Channel SDRAM (VC-SDRAM)
PC-133 (hanya segelintir chipset yang menyertakannya).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar